Archive for May, 2008

Enterovirus

tidak ada komentar, May 27, 2008

Enterovirus Sudah Sampai di Indonesia

Serangan enterovirus 71, penyebab penyakit yang dikenal sebagai penyakit tangan, kaki, dan mulut semakin luas. Korbannya pun semakin banyak. Anak-anak menjadi korban utama penyebaran enterovirus 71 di Cina. Sejak korban pertama ditemukan pada Maret–namun pelaporannya ditunda hingga beberapa pekan lalu–sudah 24 ribu orang terjangkit enterovirus 71. Lebih dari 30 di antaranya meninggal sebagian besar anak-anak.

Penyebaran virus ini relatif cepat. Dalam beberapa pekan saja, enterovirus 71 ditemukan di Malaysia. Virus serupa dilaporkan menyerang Vietnam dan Singapura. Menurut laporan Departemen Kesehatan, belum lama ini, sudah ada tiga orang yang diduga menderita penyakit dengan ciri-ciri seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut. Direktur Pengendalian Penyakit Menular Depkes, Chandra Yoga mengatakan observasi terus dilakukan di rumah sakit tempat ketiga pasien dirawat.

Adapun gejala serangan enterovirus 71 sangat mirip gejala flu biasa seperti demam yang kadang disertai pusing dan lemas serta nyeri. Selanjutnya akan muncul benjolan kecil merah berair pada telapak tangan dan kaki berikut sariawan di mulut. Pada kondisi parah, EV 71 bisa menyerang jaringan syaraf dan otak hingga mengakibatkan kematian.

Virus ini mudah menular melalui kontak langsung dengan penderita. Untuk menghindari terjangkit enterovirus 71, hindari kontak dengan penderita dan biasakan hidup bersih. Apalagi sebetulnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya tergantung kondisi tubuh.

image001 Enterovirus

Kamera Pilihan : Canon EOS 400D Digital SLR

15 komentar, May 25, 2008

 Kamera Pilihan : Canon EOS 400D Digital SLR
 Kamera Pilihan : Canon EOS 400D Digital SLR

Canon EOS 400D Digital SLR

Kamera Canon EOS 400D Digital SLR ini merupakan Digital  SLR Canon entry level generasi ketiga, setelah Canon EOS 300D (2003) dan Canon EOS 350D (2005). Generasi terbaru ini menawarkan kelebihan dibanding seri sebelumnya, antara lain :

  • 10 megapiksel CMOS sensor dengan improved microlens array, fill factor dan noise yang lebih rendah
  • EOS integrated cleaning Sistem
  • Anti-Static Coating pada permukaan Sensor
  • Separate Low Pass filter dengan ultra-sonic vibration
  • Software based dust mapping/removal
  • 9 titik Auto Focus sensor ( sama dengan EOS 30D )
  • Continous shooting burst hingga 27 jpeg dan 10 raw image
  • Single large, bright 2.5″ LCD dengan sudut pandang 160 derajat
  • Penyesuaian dan setting kamera pada monitor LCD
  • Histogram tersedia untuk Brightness (luminance) atau RGB (red, green blue)
  • 3 macam setting untuk long exposure noise reduction
  • Auto rotation dengan 3 opsi ( not recorded, record don’t rotate, record and rotate )
  • Lebih dari 9999 images per folder pada storage card

Saat artikel ini ditulis, harga baru Canon EOS 400D Digital SLR + Kit Lensa 18-55mm sekitar 7 juta rupiah

(hot-camera)

Tips Memilih Kamera Digital

5 komentar, May 25, 2008

Memilih Kamera Digital itu gampang2 susah, berikut ini beberapa tips-nya :

Sesuaikan keperluan Megapixel
Banyak iklan yang mengexpose megapixel, namun banyak juga dari kita tidak mengerti sampai sebesar apa megapixel yang kita butuhkan. Biasanya, semakin besar megapixel dari sebuah kamera, harganya juga akan semakin mahal, namun untuk kualitas gambar, megapixel yang besar tidak menjamin kualitas yang baik. Sebuah kamera digital dengan 2 megapixel sudah cukup untuk foto sehari-hari dan cukup untuk dilihat di layar komputer dan dicetak sampai dengan ukuran 6R. Jika anda berencana membeli kamera dan akan mencetak pada ukuran lebih besar, setidaknya diperlukan 4 megapixel. Selanjutnya jika masih mau mencetak lebih besar lagi, maka megapixel yang semakin besar sangat anda butuhkan. Namun jika dipaksakan, kamera dengan megapixel yang kecil masih bisa mencetak pada ukuran kertas yang besar, namun kadang-kadang hasilnya akan terlihat kabur.

Lanjut baca … »

Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 2) : Aperture dan ISO

4 komentar, May 25, 2008


Bagian 2 - Aperture

Setelah membahas Shutter Speed pada bagian pertama artikel ini, Elemen lain yg tidak kalah penting dalam fotografi adalah Aperture, Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6

Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil, begitu pula sebaliknya. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f-number, misal f/22, rentang ketajaman akan semakin lebar. Artinya objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik. sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/buram untuk objekdi depan dan dibelakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8

Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan exposure yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan

Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.

Setelah teknik dasar dapat dikuasai, berikutnya yg dibutuhkan adalah jam terbang, karena seni fotografi identik dengan momen, dan momen yg baik tidak mudah terulang, kepiawaian menentukan komposisi dan sudut ambil gambar dapat berkembang seiring jam terbang, kemudian perbanyak referensi dari, buku, internet, maupun sumber2 lain. Bagaimana bagus dan canggihnya sebuah kamera, hanya merupakan sebuah alat, yg menentukan adalah orang yg berada di belakang kamera

Semoga bermanfaat..

Selanjutnya, bagian ketiga dari Serial Fotografi ini membahas tentang Terminologi/Istilah2 yg sering ditemui dalam dunia fotografi, silahkan klik disini

My Volvo 960 GL 1994

3 komentar, May 25, 2008

Akhirnya keinginan untuk punya  Volvo 960 GL, sebuah sedan mewah Eropa namun murah meriah ini tercapai juga. setelah sekian lama memantau milis klub Volvo Indonesia, Beberapa waktu lalu saya beruntung mendapatkan sebuah Volvo 960 GL th produksi 1994 dengan kondisi yg sangat istimewa, believe it or not saya cuma menebusnya dengan harga 30jt rupiah. Nih dia gambar2nya..

volvo-960-a-150x150 My Volvo 960 GL 1994volvo-960-b-150x150 My Volvo 960 GL 1994volvo-960-c-150x150 My Volvo 960 GL 1994volvo-960-d-150x150 My Volvo 960 GL 1994volvo-960-e-150x150 My Volvo 960 GL 1994volvo-960-f-150x150 My Volvo 960 GL 1994

Mobil Volvo 960 GL ini saya dapat dari seorang mantan pajabat tinggi Departemen Keuangan RI yg juga merupakan senior di mailing list klub Volvo Indonesia, bapak Hari Noegroho. Harga segitu itu pun saya masih dapat bonus sekardus spare part original Volvo 960 yang  harganya mayan mahal serta tambahan pula satu set velg original plus ban. Masih ditambah lagi kepedulian beliau untuk terus membantu saya dengan  memberikan technical assistance segala suatu tentang mobil “mentri” ini. Mudah2an saya bisa merawat mobil Volvo 960 GL ini se-telaten beliau, Makasih bangett pak..

Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1) : Shutter Speed

10 komentar, May 25, 2008


Bagian 1 - Shutter Speed

Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita

Seni Fotografi bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture

Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.

Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik

Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,

Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam

Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod

Bagian kedua artikel ini akan membahas tentang Aperture dan ISO, silahkan klik disini

Blue Energy, cuma mimpi atau..

1 komentar, May 24, 2008
“Ditengah kekhawatiran dunia ttg menipisnya bahan bakar minyak bumi disertai melambungkan harganya selain itu juga tingginya polusi dunia, warga Nganjuk Joko Suprapto menemukan Blue Energy yaitu bahan bakar dari air laut..!!

Bukan dg air tanah yg bisa merepotkan masyarakat jika dieksploitasi tp menggunakan air laut tdk akan ada habisnya jika digunakan.

Tahapan proses penelitian panjang yang berakar pada usaha perekayasaan (engineered) pemecahan molekul air dan berujung pada pembentukan senyawa bahan bakar. Mmecah molekul air menjadi H plus dan O2 min. Terdapat katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu.
Blue energy mampu meningkatkan performa kendaraan, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan dan tanpa modifikasi mesin.
Kendaraan dengan menggunakan Blue energy ini telah dicoba oleh presiden SBY pada konfrensi UNFCCC di Nusa Dua Bali 2007 dan dicoba hingga kecepatan 180 km/jam.”

Kutipan diatas saya ambil dari harian Jawa Pos beberapa hari yg lalu, kemadian saya baca di detik.com bahwa yg bersangkutan, Joko Suprapto menghilang, tereakhir beliau diketahui keberadaannya tanggal 7 mei lalu di Bandara Juanda Surabaya, setelah diantar oleh istrinya dari kediamannya di Nganjuk, Jawa Timur. Kontan kondisi ini memicu reaksi keras dari barbagai pihak, termasuk anggota dewan yg mengecam pemerintah kurang peduli terhadap para ilmuwan, situs detik.com bahkan mengupdate berita tentang menghilangnya Joko Suprapto ini secara terus-menerus. berbagai spekulasi mengemuka soal ini, bahkan ada yg menduga Joko Suprapto sengaja dihabisi oleh pihak2 yg tidak menginginkan penemuan ini di produksi massal, bayangkan akibatnya pada tatanan ekonomi dunia yg telah menganggap minyak bumi sebagai motor utama perekonomian, bayangkan juga betapa akan ambruknya negara2 di Timur Tengah dan Amerika Serikat, mengingat betapa besarnya investasi dan ketergantungan pendapatan dari sektor ini.

Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi cerita ini mirip dengan Film Chain Reaction yang dibintangi Keanu Reeves dan aktor kawakan Morgan Freeman. Posisi mas Joko seperti mas Keanu di film itu, menemukan energi alternatif/non fosil yg sangat murah, sehingga pimpinannya sendiri, pak Morgan, yg konon ditekan perusahaan2 minyak raksasa dan pemerintah AS, berusaha menggagalkan penemuan itu dengan berbagai cara termasuk dengan menyingkirkan mas Keanu.

Ada kisah lain tentang teori konspirasi ini, pada tahun 1995 Stanley Meyer mengklaim telah menemukan mesin yang menggunakan bahan bakar air. Dalam klaimnya, kendaraan bermesin Meyer mampu menempuh perjalanan dari Los Angeles ke New York hanya dengan ‘bahan bakar’ sejumlah 83 liter air. Hal ini tentunya bertentangan dengan hukum alam dan mustahil untuk diimplementasikan. Pada tahun 1996, Meyer dituntut oleh para investornya. Pengadilan memutuskan Meyer bersalah atas tindakan penipuan dan mengharuskan yang bersangkutan membayar $25000 sebagai ganti rugi kepada investor-investornya. Dua tahun kemudian, Meyer meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi setelah makan di sebuah rumah makan. Walaupun demikian, teori konspirasi tidak ada matinya, Meyer dianggap meninggal akibat diracuni oleh perusahaan minyak dan pemerintah Amerika Serikat. Meyer dianggap ‘membahayakan’ kepentingan ‘pihak-pihak tertentu’ sehingga perlu ‘dibungkam’. Menurut teori konspirasi ini, alasan mengapa tidak ada energi yang murah adalah karena teknologi tersebut dibungkam selama bertahun-tahun. Alasan sebenarnya tentu tidaklah sejauh itu: sebenarnya penemu energi ajaib ini tidak mampu mendemonstrasikan penemuannya sesuai dengan yang diklaim.

Tidak semua orang tentunya setuju dengan teori konpirasi ini, termasuk saya, dengan segala hormat kepada mas Joko dan Detik.com, saya menganggap ini hanya pencarian sensasi semata, kenapa begitu? ada beberapa alasan untuk ini,

Pertama, penemuan ini bukan yang pertama kali terjadi, di luar negri sudah ada beberapa orang yg melakukan, toh ga ada kelanjutannya, silahkan tanya om google
Kedua, teknologi ini sudah diterapkan di Belanda, hasilnya, bisanya tetap ebih besar daripada energi fosil sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan, baca disini
Ketiga, saya tidak atau jarang melihat media selain detik.com yg memblow-up masalah ini secara besar-bsaran, padahal ini masalah sensitif buat bangsa Indonesia di tengah hiruk pikuk kenaikan harga BBM, tanya kenapa??
Keempat, bangsa ini sudah mudah percaya dan senang dengan hal-hal yang sifatnya fantastis, bombastis dan kontroversial, sehingga hal ini mudah dimanfaatkan oleh orang2 tertentu
Kelima, tentang hitung2an biaya untuk implementasi teknologi ini, ada tulisan menarik, tentang hal ini di blog priyadi.net
Keenam, Counter Theory konspirasi diatas, saya sependapat dengan mas Priyadi,

Ada orang dekat Presiden yang melaporkan ‘penemuan’ bahan bakar air kepada Presiden SBY. Presiden kemudian tertarik dan terkesima atas demonstrasi yang diberikan. Presiden kemudian membiayai proyek ini dengan menggunakan dana pribadi dan bahkan mensponsori mereka ke ajang konferensi UNFCCC. Di saat yang sama, pemerintah terdesak harga minyak dunia yang sudah melewati titik psikologis $100/barrel. Tapi Presiden merasa memiliki secercah harapan pada ‘teknologi’ ini. Pemerintah menolak untuk memperkecil subsidi BBM dengan berbagai macam alasan. Tanggal 1 April terlewati begitu saja tanpa ada hasil yang nyata. Presiden memutuskan untuk menunggu satu bulan. Tapi satu bulan pun terlewati begitu saja, dan bahkan penemunya pun semakin sulit untuk ditemui. Akhirnya, dengan bersungut-sungut, Presiden terpaksa menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi.

Semoga ini salah, dan Mas Joko bisa kembali berkumpul bersama keluarga :p

sumber :
priyadi.net

detik.com

n> jawapos.co.id

Kuliner di Jember

7 komentar, May 23, 2008

Kota Kecil Jember ternyata juga menyenangkan untuk penggemar makan (baca:gembul) seperti saya ini.

Beberapa diantaranya

Mie Ayam Apong :
terletak di belakang kompleks Matahari Dept. Store, jalan Diponegoro, warungnya kecil, tapi sangat rame pengunjung, menu yg ditawarkan hanya mie ayam, rasanya lumayan, recommended, ada 3 macem porsi, mangkok kecil, sedang dan Jumbo
disarankan benar2 laper kalo pesen yg porsi Jumbo

Sate Kambing Pak Toha
terlatak di kawasan Mangli, kurang lebih 4 km dari pusat kota ke arah surabaya, menu andalan sate kambing dan sup kikil/kaki kambing, mmmm very recommended, satenya berukuran lumayan besar, empuk, tidak berbau kambing, sup kakinya selalu lebih cepat habis dibanding menu lainnya, jam buka mulai 10.00 WIB, disarankan sebelum jam 1 siang, lepas jam itu bisa dipastikan tidak kebagian menu

Sate Ayam Cak Ri
terlatak di jalan melati, depan masjid Al-Huda, buat yg ga bisa makan daging kambing, tempat ini alternatif buat penggemar sate selain Pak Toha, Sate-nya besar2, empuk, bumbu kacangnya mantap, recommended, jam buka panjang

Martabak Malabar
terletak di jalan Trunojoyo, sebelah barat TB Gramedia, warung kecil ini menyediakan martabak telor dengan rasa khas timur tengah yg luar biasa, very recommended,

Depot Jawa Timur
terletak di jalan Gatot Subroto, menawarkan aneka masakan khas Jawa Timur, disarankan mencoba Nasi Campur, Lontong Cap Go Meh, Sup Ayam, Nasi Rawon, sedikit mahal, tapi sesuai dengan porsi dan rasanya, recommended

monggo silahkan kalo ada yg menambahkan

Page 3 of 4«1234»