‘ IT ’ Category

Web Hosting Murah Meriah : DuoServers Indonesia

20 komentar, Aug 17, 2008

Posting ini cuma review saya tentang salah satu web hosting murah dan meriah tapi tidak murahan di indonesia yg saya pakai jasanya, sekaligus menjawab pertanyaan beberapa blogger yang bertanya baik lewat YM atau email. Posting juga bukan bermaksud beriklan, karena saya tidak mendapatkan kompensasi apapun dari yg bersangkutan berkaitan posting ini ataupun memiliki hubungan pertemanan atau persaudaraan, hubungan pertemanan terjadi setelah saya menggunakan jasa web hosting murah meriah tapi handal ini
Lanjut baca … »

5 Aplikasi Internet untuk Memudahkan Hidup

3 komentar, Jul 06, 2008

Pening mengatur aktivitas Anda? Mengapa tidak memanfaatkan aplikasi internet gratisan? Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, berikut beberapa aplikasi online yang berguna untuk mengorganisir hidup Anda.

1. Atur Tugas dengan ‘Remember the Milk

Kegiatan sehari-hari bisa berantakan jika jadwal tidak diatur dengan baik menurut prioritas. Gunakan aplikasi ‘Remember the Milk‘. Meski namanya terkesan lucu, aplikasi yang satu ini akan membantu Anda menyusun jadwal harian dengan baik.
Lanjut baca … »

Yahoo - Google Akhirnya Sepakat

1 komentar, Jun 13, 2008

Yahoo - Google akhirnya mencapai kata sepakat di bidang periklanan

Setelah melalui masa percobaan selama dua minggu, Yahoo menyetujui kesepakatan dengan Google tentang penggunaan teknologi periklanan raksasa mesin pencari itu. dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa program iklan Google akan ditampilkan dalam hasil pencarian Yahoo di wilayah Amerika Utara ( US dan Kanada )

Pengumuman ini disampaikan oleh Yahoo setelah mereka gagal mendesak Microsoft untuk menaikkan penawaran mereka untuk membeli salah satu raksasa internet itu

kantor pusat Yahoo Inc

Pihak Yahoo mengatakan, perjanjian dengan Google ini akan berpotensi menambah penghasilan mereka sebesar $800m pertahunnya

“Perjanjian komersial ini memberikan kesempatan kepada Yahoo untuk memberikan iklan yang lebih relevan kepada user mereka, dan dapat pula memberikan teknologi periklanan yang lebih baik kepada penerbit iklan dan pemasang iklan” kata Eric Schmidt, Chairman dan CEO Google Inc.

Perjanjian ini berlaku selama 3 tahun dan dapat dilanjutkan sampai 10 tahun jika pihak Yahoo memutuskan untuk memperpanjang masa kerjasama ini.

Perjanjian ini juga tidak membutuhkan persetujuan dari pihak yg berwenang, tetapi mungkin akan tertunda sampai tiga bulan ke depan, untuk memberi kesempatan kepada pihak yg berwenang mempelajari kesepakatan ini

BBC.co.uk

Info: Prosedur Sweeping Windows Bajakan

6 komentar, Jun 04, 2008

Dear rekan-rekan semua, mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi mungkin
ada juga yang belum mengetahui tentang prosedur sweeping software yang
benar. Bagi teman-teman yang punya usaha percetakan, studio foto,ataupun
usaha lain yang berhubungan dengan komputer, apabila ada isu sweeping
dan ada oknum yang mengatasnamakan aparat lalu melakukan penyitaan
secara langsung, itu perlu dipertanyakan. Semua ada proses/prosedurnya

Mengenai pemakaian windows original, pernyataan dibawah ini diperoleh
langsung dari pihak Microsoft Indonesia dan jugamelalui perwakilannya,
yaitu Magenta Sebagai tempat pendaftaran MSRA.

Pertama
Akan ada perwakilan dari pihak yang merasa berkepentingan (misalnya
Microsoft) yang lebih dikenal dengan sebutan SURVEYOR
datang melakukan SURVEY, BUKAN RAZIA/PENYITAAN! !!. Mereka wajib
Menunjukkan surat perintah kerja (SPK) yang berisikan detail apa saja
yang harus mereka kerjakan. User BERHAK melakukan konfirmasi dengan cara
menelphone pihak microsoft Indonesia atau Magenta tentang keberadaan
surveyor di lapangan tersebut.

Kedua
Apabila surveyor mendapatkan penggunaan software bajakan, maka surveyor
tersebut BERHAK meminta surat pernyataan dari user
yang WAJIB diisi data sesuai dengan keadaan dilapangan oleh user.

Ketiga
Pihak Microsoft/ Magenta akan mengirim surat penawaran untuk
menyelesaikan tindakan pelanggaran oleh user. Setelah user
mengkonfirmasi tindakan yang telah diambil apakah memutuskan untuk
menggunakan Windows original atau beralih ke solusi freeware seperti
LINUX, pihak Microsoft/Magenta akan mengirimkan kembali seorang surveyor
memastikan kebenaran di lapangan.

Keempat
Apabila user tidak merespon penawaran dan atau setelah surveyor
mendatangi kembali masih mendapatkan pelanggaran, maka pihak
microsoft/Magenta akan mengirimkan surat peringatan.

Kelima
Apabila user tidak merespone surat peringatan, maka pihak
microsoft/magenta akan memeperkarakan secara hukum dan menyerahkannya ke
pihak POLRI.

Selanjutnya sepoerti proses hukum yang berlaku, POLRI akan mengirimkan
surat panggilan pertama, kedua,ketiga dan apabila tidak
direspon baru akan dilakukan penyitaan dan penyegelan tempat usaha.

Catatan
Diluar proses/prosedur di atas, User BERHAK mempertahankan
kepemilikannya atas harta benda yang dibeli secara legal dan sebagai
pembeli dapat memposisikan dirinya sebagai KORBAN. Tidak bisa suatu
merek meperkarakan merek lain, misalnya microsoft memperkarakan Biling
Explorer bajakan. hal tersebut merupakan etika merek dagang terdaftar
(registered trade mark)
internasional. Informasi ini dapat diperoleh melalui webside Microsoft
atau apabila kita mencoba mengaktifasi/ update windows
bajakan.

sumber
http://www.son.web.id/2007/09/01/prosedur-sweeping-windows-bajakan/

Selain info diatas BSA hanya bisa melakukan Sweeping terhadap software
produksi Aggota BSA yaitu, di bawah terlampir daftar
member BSA, di ambil dari situs resmi BSA
http://w3.bsa.org/indonesia/about/BSA-members.cfm
Jadi Swweping software tidak bisa di lakukan terhadap software2 freeware
seperti Winamp, Firefox serta software non member BSA.
Namun untuk keamanan sebaiknya kita menghindari mengistall Software2 yg
tidak banyak berguna bagi pekerjaan kita.

Sekian infonya semoga berguna.

BSA Members

Sejarah Search Engine

1 komentar, Jun 01, 2008

Pada masa-masa awal diperkenalkannya internet, saat itu search engine belum lah ada. Bahkan pada masa itu, internet tidaklah semudah, secanggih, dan se-nyaman seperti saat ini. Internet saat itu tidak lebih dari sekumpulan situs FTP (File Transfer Protocol). Saat itu, internet tidak lebih dari sekedar tempat untuk mendownload atau mengupload file.

Karena saat itu search engine belum ada, maka saat seorang user ingin mencari suatu file di internet, dia harus mencarinya sendiri. Yaitu dengan cara mengakses situs, kemudian menelusuri setiap folder yang ada di situs tersebut, kemudian melihat-lihat apakah situs tersebut menyimpan file yang di butuhkannya.
Jika ternyata file tersebut tidak ditemukan di situs yang sedang dikunjunginya, berarti dia harus mencarinya di situs yang lain, dan menelusuri setiap folder yang ada di situs lain tersebut. Dan seterusnya, hingga dia berhasil menemukan file yang dicarinya.

Nah… kebayang ga? Betapa melelahkannya, dan bisa membuat orang jadi frustasi. Hanya untuk menemukan satu file saja, seorang user harus rela menghabiskan waktu dan tenaga yang begitu banyak. Semua kendala dan kesulitan ini, akhirnya membuat seorang mahasiswa dari Universitas McGill di Montreal akhirnya memutuskan untuk mencari cara yang lebih mudah.
Dan akhirnya, pada tahun 1990, Alan Emtage nama si mahasiswa itu, berhasil membuat sebuah search tool pertama yang bisa digunakan di internet. Tool buatannya itu bekerja dengan cara mengumpulkan, dan kemudian mengindex nama setiap file yang ada di suatu situs. Data index ini kemudian disimpan kedalam sebuah database.
Berkat toolnya ini maka, saat seorang user ingin mengetahui apakah file yang dicarinya ada di dalam situs yang sedang dikunjunginya, user tersebut tidak perlu lagi mencarinya dengan cara menelusuri setiap folder atau membaca setiap nama file yang ada. Dia cukup mencarinya didalam database yang telah di buat oleh Alan Emtage tadi. Cukup dengan mengetikkan nama file yang ingin dicari, maka user tersebut akan tahu apakah file tersebut ditemukan, atau tidak.

Nah… kebayang tidak, betapa membantunya tool yang dibuat oleh Alan Emtage ini. Tool ini bernama Archie. Apakah Archie sudah sama seperti search engine yang ada saat ini? Belum, Archie masih jauh dari apa yang saat ini kita kenal sebagai search engine.
Pada tahun 1991 Mark McCahill dari University of Minesota mengemukakan pemikirannya, katanya… jika kita bisa mencari sebuah file di internet, berarti kita juga pasti bisa mencari text tertentu di internet. Dalam pemikirannya, kita bisa melakukan itu dengan cara mengindex text-text tertentu, dan menyimpan alamat file aslinya sebagai referensi.
Karena saat itu belum ada program yang mampu melakukan hal itu, maka Mark McCahill kemudian membuatnya sendiri. Dia menamakan program tersebut Gopher, yang mengindex file-file text di internet, yang kemudian akhirnya menjadi website pertama yang bisa diakses secara bebas di internet. Dengan dibuatnya Gopher ini, maka program lain pun dibutuhkan.

Program ini dibutuhkan untuk menemukan file yang direferensikan oleh index yang di buat oleh Gopher. Terciptalah Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Net-wide Index to Computerized Archives) dan Jughead (Jonzy’s Universal Gopher Hierarchy Excavation and Display). Dua program ini dibuat dengan tujuan untuk mencari dan menemukan file yang direferensikan oleh index yang dibuat Gopher.
Veronica dan Jughead bekerja dengan cara yang sama, yaitu membuat user bisa mencari informasi yang terdapat di dalam index berdasarkan kata kunci atau keyword. Dari kedua program inilah asal mula search engine yang saat ini kita kenal. Tentu saja setelah melewati berbagai proses pengembangan dan perbaikan
Pada tahun 1993, akhirnya the real search engine yang pertama kali berhasil dibuat, search engine dengan bentuk seperti search engine yang kita kenal saat ini. Search engine ini dikembangkan oleh Matthew Gray, dan diberinya nama Wandex. Wandex adalah program pertama yang berhasil mengerjakan dua tugas sekaligus, yaitu mengindex dan juga melakukan pencarian ke dalam index.

Teknologi ini adalah program pertama yang melakukan crawling, atau merambah internet. Dan akhirnya teknologi ini menjadi basis yang digunakan untuk membuat program-program web crawling saat ini. Dan semenjak saat itu, berbagai teknologi search engine mulai dikembangkan oleh masing-masing search engine.
Mulai tahun 1993 hingga 1998, beberapa search engine utama yang kita kenal saat ini mulai bermunculan, yaitu itu:

  • Excite - 1993
  • Yahoo! - 1994
  • Web Crawler - 1994
  • Lycos - 1994
  • Infoseek - 1995
  • AltaVista - 1995
  • Inktomi - 1996
  • Ask Jeeves - 1997
  • Google - 1997
  • MSN Search - 1998

Nah… itu tadi sejarah asal muasalnya search engine. Saat ini, search engine sudah semakin canggih. Search engine sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia internet. Tidak mengherankan memang, sebab search engine memberikan banyak kemudahan bagi pengguna internet.

Revolusi Internet

tidak ada komentar, May 30, 2008

Konten Internet diawali dengan informasi berbasis teks. Lalu informasi berbasis teks tidak lengkap jika tanpa gambar. Teks dan gambar akhirnya dilengkapi dengan suara. Ketiganya kini kurang lengkap tanpa gambar bergerak atau video.

Video pun kini tidak cukup jika hanya arsip rekaman dalam pola on demand. Video online real time dalam pola streaming saat ini juga makin menjadi tuntutan publik di Internet. Jaringan Internet pita lebar (broadband), produk chip elektronik dan media penyimpan (storage) yang makin murah adalah faktor yang memperkaya berbagai jenis aplikasi di Internet.

Semakin massal dan personalnya alat-alat digital IP (Internet Protocol) juga berdampak pada pertumbuhan industri konten. Daya atraktif secara multimedia akhirnya juga dijadikan jurus untuk menarik perhatian publik agar singgah dan betah di sebuah situs. Dengan makin menyebarnya jaringan pita lebar sampai ke rumah-rumah dan peralatan komunikasi genggam bergerak, masa depan aplikasi Internet memang didominasi oleh video. Pemicunya adalah karena berbagai alat perekam video genggam yang ringkas membuat semua orang dapat membuat konten video. Kehadiran berbagai situs video blog dan video podcast sebagai lanjutan dari weblog (blog) memperkuat arena video di Internet ini.

Di sisi peralatan makin derasnya konten video Internet melahirkan banyak inovasi dengan lahirnya berbagai perangkat yang makin memanjakan pengguna lewat satu alat dengan banyak fungsi. Slingbox keluaran Slingmedia.com menyatukan penerima televisi dan satelit, DVR dan komunikasi Internet pita lebar yang dikendalikan oleh perangkat lunak dari komputer pribadi.

Dunia video di Internet saat ini diramaikan pula dengan bisnis konten agregator yang mengundang publik secara gratis untuk dapat menyimpan dan berbagi file videonya. Dari sisi konten, video Internet publik ini juga dimanfaatkan oleh kandidat presiden tahun 2008 dari partai Demokrat John Edwards di Amerika untuk “menjual” visinya sejak Desember 2006.

Tren kuat aplikasi video yang makin deras ini disikapi oleh raksasa mesin pencari Google dengan membeli YouTube senilai 1,65 miliar dollar. Waktunya hanya setahun setelah Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim mendirikan usaha ini tahun 2005. Jumlah massa yang besar dan “tersedot” YouTube membawa YouTube menjadi lima besar situs terkemuka dunia versi Alexa tahun 2005. Bagi Google, fasilitas dalam YouTube semakin memperkokoh posisinya sebagai agregator berbagai macam konten. Artinya, jumlah massa pengguna yang berhulu dan bermuara di Google dari berbagai macam aplikasi akan semakin meraksasa jumlahnya.

Jika Google dengan YouTube nya, lain pula yang dilakukan Brightcove.com. Jeremy Allaire, sang komandan BrightCove meyakini bahwa ke depan publik akan langsung berhubungan dengan pemilik konten. Pemilik konten pun akan dengan lebih mudah melakukan distribusi langsung kepada publik.

Diawali hanya dari konsep menampung personal video blog, dengan motto “Launch Your Channel Today” Brightcove berkembang menjadi fasilitator publik untuk menyelenggarakan siaran TV di Internet. Dengan pola bagi hasil Brightcove juga menjual dan menempatkan iklan anda di Internet. Secara bisnis, sederet nama besar seperti Fox Entertainment Group, National Geographic Channel, British Sky Broadcasting dan lainnnya menjadi mitra bisnis Brightcove yang saat ini menjadi besar dalam penyelenggaraan Internet TV. Bagi industri video jelas bahwa kehadiran Internet TV akan membuat peta bisnis distribusi video menjadi berubah.

Seperti halnya BrightCove, gemuruh distribusi konten video juga disergap oleh Dave.TV sejak tahun 2003. Tidak hanya memfasilitasi konten video publik, tapi layanan Dave.TV sampai juga ke strategi periklanan online yang ada pada setiap konten yang diakses. Dave menyisipkan iklan yang telah disesuaikan dengan profil, demografi dan geografi pengakses. Kepada para pengiklan, Dave juga langsung memberi data secara akurat siapa dan bagaimana perilaku pengakses melihat iklannya. Jelas pula bahwa online video akhirnya mengubah tatanan industri periklanan.

Video untuk mobile Internet.

Layanan video dari rumah yang bersifat tetap juga merambah ke arah aplikasi mobile. Seperti dilakukan Makayama.com, perusahaan yang bermarkas di negeri Belanda yang mendukung ratusan merek telepon genggam. Aplikasi Makayama.com mempermudah berbagai format video untuk dapat digunakan dan ditransfer melalui perangkat telepon genggam. Aplikasi semacam ini mengakselerasi penggunaan mobile video untuk dilewatkan melalui perangkat Internet bergerak.

Di Indonesia, tidak heran jika hadirnya berbagai teknologi baru seperti 3G dan sejenisnya terasa lamban diserap pasar. Padahal konsumen Indonesia dapat dikatakan paling trendy di kawasan ini. Timbul kesan operator tidak siap dengan mitra konten lokal dengan output yang mudah dicerna oleh masyarakat kita. Fakta bahwa konten lokal dan jumlah developer yang masih terbatas harus diakui. Namun daya jual dan persuasi kepada pelanggan akan semakin kuat apabila sang penjaja di garis depan dibekali dengan berbagai pengetahuan aplikasi multimedia yang tersebar di Internet dan tentunya akan memperkaya inspirasi bagi pengguna.

Menghadapi revolusi Internet.

Berbagai revolusi Internet yang merubah tatanan ekonomi dunia tidak cukup hanya diikuti beritanya. Namun setidaknya menggeser pola pikir dan langkah ke depan untuk masuk ke era ekonomi baru. Yang menurut David Ticoll (2000) bahwa perusahaan yang sudah berumur panjang pun dapat menjadi bagian dari ekonomi baru - jika perusahaan itu mengadopsi model bisnis yang baru. Model saat kekuatan konten menjadi magnet bagi massa. Model ketika kekuatan informasi sangat mempengaruhi keputusan publik untuk membeli. Model bisnis yang sangat memerlukan aliansi dan afiliasi untuk memperkuat ikatan jejaring. Model bisnis yang terus antisipatif terhadap pesaing yang menggurita dengan informasi dan siap melahap keberadaan bisnis kita.

Secara makro, berbagai ulasan di atas memang banyak yang berada di luar Indonesia. Namun perlu diingat bahwa akses informasi global di Internet tidak lagi mengenal batas geografis dan kedaulatan suatu negara. Walaupun Internet di Indonesia sudah lebih dari sepuluh tahun namun berbagai bentuk bisnis new economy seakan tidak mampir di Indonesia. Dampak Internet bagi bisnis saat sekarang hanyalah sebuah awal dari revolusi Internet yang terus melanda dunia. Tanpa didorongnya bisnis berbasis Internet di Indonesia, keadaan ini akan terus berlanjut dan devisa kita akan terus tersedot ke luar ketika mulai searching, hosting service, pembayaran transaksi online, sewa bandwidth, sampai e-mail gratis-pun masih dikuasai oleh negeri lain.

Virus di Windows dan Linux

6 komentar, May 30, 2008

Mengapa banyak virus dibuat di sistem operasi Microsoft Windows? Demikian pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh orang. Jawaban saya adalah sebagai berikut.

Suka atau tidak suka, kenyataannya adalah sistem operasi Microsoft Windows merupakan sistem yang paling banyak digunakan di dunia. Banyaknya pengguna ini merupakan salah satu penyebab ketertarikan untuk membuat virus. Bayangkan jika Anda membuat virus, tentunya lebih menarik untuk menyerang sistem yang banyak penggunanya. Apakah Anda tertarik untuk membuat virus untuk sistem operasi QNX misalnya? Tentunya kurang menarik. Siapa yang Anda kenal menggunakan sistem operasi tersebut?

Alasan orang membuat virus bisa bermacam-macam, salah satunya adalah ketenaran (popularitas). Semakin banyak sistem yang terinfeksi dengan virus buatan seseorang, semakain tenarlah dia. Ini merupakan insentif bagi pembuat virus.

Sistem yang kurang terkenal, kurang menarik untuk “dibuatkan” virus oleh pembuat virus. Bahkan pembuat virusnya sendiri mungkin tidak kenal dengan sistem operasi tersebut. Mungkin mereka lebih familier dengan sistem operasi MS Windows. Bahkan tools untuk membuat virus, virus construction kit, juga sudah tersedia di sistem Windows.

Pengguna sistem operasi MS Windows umumnya adalah pengguna biasa, yaitu bukan orang yang suka utak atik komputer. Umumnya mereka hanya menggunakan komputer untuk keperluan sehari-hari, seperti mengetik surat, tugas, laporan, dan sejenisnya. Mereka kurang kenal aspek pengamanan komputer. Akibatnya mereka sangat rentan terhadap serangan virus. Begitu mereka menghubungkan komputer mereka dengan internet, misalnya dengan layanan internet kabel di rumahnya, maka virus bisa langsung mengintai dan menyusup masuk.

Sistem operasi MS Windows dahulunya dibuat dengan memprioritaskan kepada kemudahan sehingga apabila ada konflik antara kemudahan dan keamanan, kemudahan yang mendapat prioritas. Sebagai contoh, dahulu sistem operasi MS Windows tidak mengenal adanya perbedaan account. Pengguna hanya ada satu jenis dan dia bisa melakukan apa saja (memasang program, menghapus berkas, menjalankan program, dan seterusnya). Baru pada sistem yang terbaru ada pemilahan antara “Administrator” dan pengguna biasa. Itupun masih banyak orang yang menggunakan account “Administrator” untuk keperluan sehari-hari karena menjengkelkan jika harus berganti Administrator untuk memasang program, menjalankan sesuatu, dan seterusnya. Singkatnya, lebih banyak lubang keamanan bawaan (default) pada sistem operasi Windows (dahulu).

Lantas, apakah tidak ada virus yang dibuat untuk sistem operasi yang lain? misal linux? jawabannya ada. virus untuk linux dibuat pertama kali pada tahun 1996 bernama Staog, yg hanya beredar secara singkat, ada sumber lain yg menyebutkan, bahwa virus pertama yg dibuat untuk linux adalah Bliss juga pada tahun yang sama.

Seiring dengan perkembangan dunia Open Source umumnya dan Linux pada khususnya, saat ini terhitung puluhan bahkan ratusan virus yg tercatat menyerang Linux, terutama menyerang Apache, aplikasi webserver under Linux yg dipakai oleh hampir 70% administrator server di seluruh dunia

Yang menjadi masalah adalah bahwa perusahaan anti virus dan media massa cenderung membesar-besarkan masalah virus di Linux ini. Virus di Linux memang sudah ada sejak dahulu kala, tetapi tidak pernah menciptakan masalah yang besar. Dan ketika ada virus baru yang bekerja di Linux, para vendor perangkat anti virus selalu berlomba-lomba untuk membesar-besarkan isu ini, terlepas dari apakah virus ini berbahaya atau tidak.

Tidak seperti pada sistem operasi Windows, virus di Linux sulit berkembang. Berikut adalah hal-hal yang menurut pengamatan saya mencegah Linux berfungsi sebagai medium penyebaran virus:

  • Linux adalah sistem operasi yang didesain sejak awal untuk lingkungan multiuser. Jika dikelola dengan benar, virus bisa saja menginfeksi berkas-berkas yang dimiliki oleh seorang pengguna, tetapi akan sulit untuk menjalar ke berkas-berkas yang dimiliki oleh pengguna lain.
  • Seorang pengguna tidak dapat memodifikasi berkas-berkas sistem. Ia dan program yang ia jalankan (termasuk virus) hanya dapat memodifikasi berkas-berkas yang ia miliki.
  • Seorang pengguna dapat saja menginstal sebuah aplikasi pada home directory miliknya, tetapi jarang aplikasi tersebut digunakan oleh pengguna lainnya.
  • Satu hal yang dapat menyebabkan virus tersebar adalah celah keamanan pada sistem. Sebagian besar virus Linux menyebarkan dirinya dengan memanfaatkan celah-celah keamanan tersebut. Solusinya bukan dengan menginstal aplikasi anti virus, tetapi dengan menutup celah-celah keamanan tersebut.
  • Pada Linux, sulit untuk mengeksekusi program secara tidak sengaja. Virus-virus masa kini seringkali menyamarkan dirinya sebagai aplikasi, folder atau dokumen. Tetapi pada Linux, hal tersebut sulit dilakukan.
  • Sebagian besar pengguna Linux tidak perlu lagi mengunduh (download) aplikasi secara manual. Kebanyakan distribusi sudah siap pakai untuk keperluan umum. Jika perlu menginstal aplikasi baru, hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan repository milik distro yang dipakai dan instalasi baru dilakukan setelah proses verifikasi yang berlangsung secara otomatis.

Seperti kata-kata Scott Granneman: “To mess up a Linux box, you need to work at it; to mess up your Windows box, you just need to work on it.” Jika ada sesuatu hal yang memungkinkan virus berkembang di Linux, maka hal tersebut adalah tanggung jawab vendor distribusi, dan bukan tanggung jawab vendor anti virus.

Walaupun faktanya sudah jelas, sepertinya pendapatan para vendor anti virus sangat tergantung pada ketakutan publik terhadap bahaya virus sehingga merasa perlu untuk mengeluarkan penyataan-pernyataan yang ‘menakutkan’. Sebagai contoh,Vnunet pernah memuat artikel Linux lined up as virus target yang berisi komentar dari seorang petinggi Trend Micro:

The onslaught of the Windows Goner worm warns us to watch for Christmas Grinches, but next year the warning may extend to Linux users as the operating system (OS) becomes more of a target.

“Of course we will see more and more attacks on Windows, but Linux will be a target because its use is becoming more widespread,” … “It is a stable OS, but it’s not a secure OS.” … “Of course it’s possible to write a virus for Linux,” … “But there is some prejudice amongst the virus writing community. If you write a virus for Windows, your peers clap their hands; write one for Linux and they’ll stone you.”

dan petinggi McAfee:

“In fact it’s probably easier to write a virus for Linux because it’s open source and the code is available. So we will be seeing more Linux viruses as the OS becomes more common and popular.” … “It’s not a target at the moment because the market isn’t there, but Li0n and Ramen have already proved that it’s on the menu,” he explained.

Sebagai informasi, artikel tersebut ditulis lima tahun yang lalu, dan sampai saat ini pengguna Linux masih merasa aman-aman saja.

Virus memang perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti jika menggunakan Linux. Dengan santai namun tetap waspada, virus tidak akan menjadi masalah yang besar.



>

Akses Internet Cepat untuk si Fakir Bandwidth

1 komentar, May 27, 2008

osco5s Akses Internet Cepat untuk si Fakir Bandwidth


Di sebagian tempat di Indonesia, akses Internet cepat masih merupakan “mimpi” dan sekedar menjadi angan-angan. Terkadang kita sampai jengkel ketika harus mengakses website yang lambatnya minta ampun.

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengakali kendala-kendala internet yang lambat. Misal menggunakan accelerator berbayar (yang setahu saya ada beberapa - banyak ??? - orang menggunakan software accelerator yang sudah dicrack, seperti OnSpeed semisal), atau bagi pelanggan Indosat, bisa juga menggunakan accelerator yang bisa didownload dari website Indosat, atau menggunakan konsep tunnelling ke server lokal yang punya bandwidth jauh lebih besar untuk kemudian dibuka dari jaringan kita yang lambat, dan masih banyak lagi cara lainnya.

Akan tetapi dari semua cara-cara tadi, biasanya membutuhkan sedikit skill teknis, minimal harus install software, untuk dapat mempergunakan layanan-layanan tersebut. Beberapa kali pula saya “harus” merasa menderita dengan koneksi yang lemot, terutama saat siang hari dimana pengguna Internet di kampus bejibun jumlahnya.

Nah untuk mengakali kondisi tersebut, saya mempergunakan layanan dari google untuk “mengakali” kelambatan akses dari situs-situs yang saya inginkan. Dengan menggunakan modus google mobile (dimana google diakses dengan versi mobile yang biasa terbuka di HP/PDA/Handheld devices), website-website yang semula sulit diakses karena konten yang didownload banyak sekali (image, CSS, JavaScript, HTML, dll), semua konten tersebut akan dialihkan oleh Google via dia, termasuk gambar-gambar akan dicache oleh Google. Nah berhubung google biasanya relatif lebih cepat diakses ketimbang website lain, biasanya situs-situs yang tadinya lama sekali pengaksesannya pun akan semakin cepat diakses oleh kita.

Akan tetapi perlu diingat, karena ini adalah versi mobile, maka semua tampilan nan indah akan distripped-down, tapi buat saya tidak terlalu masalah, lha yang dibutuhkan cuma informasi-informasi dari Internet kok, bukan seberapa indah tampilannya.

Oh iya, jadi lupa. Lantas gimana cara bukanya via google? Ketik URL berikut http://www.google.co.id/gwt/n?u=[alamat URL yang hendak dibuka], sebagai contoh http://www.google.co.id/gwt/n?u=http://www.cnn.com

Selamat mencoba !

sumber :
http://andri.cisco.or.id/blogs

Page 1 of 212»