Pelajaran dari ambruknya Lehman Brothers dan kolapsnya Merryl Lynch

Nov 03, 2008 I Opini.


Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers - Try To Love Your Job, Not Your Company

Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America  mengingatkan kita bahwa dengan kondisi  perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang  ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai  ”secured  jobs”

Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah artikel di  majalah terbitan luar negeri (saya  lupa    entah itu BusinessWeek, Newsweek, Forbes atau Fortune) yang  menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan  program MBA dari  berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan   pekerjaan di Wall Street , khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman  Brothers,  Goldman Sachs atau Morgan Stanley. Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut  hanya  mempekerjakan lulusan terbaik),  banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang  ditawarkan.

Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall  Street  merupakan sebuah pilihan yang  aman. Tapi dengan perkembangan yang  terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman  Brothers  bisa bangkrut?

Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch  ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America ?   Pelajaran yang  bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih  bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu - apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu  orang  pun yang bisamenjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut.Karena dengan  perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar  sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.

Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai  employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda. Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10 tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar  untuk kemudian digantikan dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia menerima gaji yang lebih  rendah dari anda.  Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1850).

Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah: Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda. Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di  bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam  pengamatan saya makin banyak perusahaan
yang mencari seorang  spesialis dibandingkan seorang generalis.  Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk  meningkatkan karir diluar sana.

Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja , lupakan yang namanya “comfort zone” dan “job security” ? those are totally bullshit! Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan banyak orang yang mungkin sudah terlena dengan  apa yang dinamakan  ”comfort zone” dalam bekerja.

Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari apa yang saya tulis ini adalah dengan  membayangkan anda naik sebuah mobil. Ketika anda mengendarai sebuah  mobil mahal dan canggih, anda tetap harus  mengendarainya dengan  kewaspadaan penuh, siap untuk mengerem atau memutar setir untuk  menghindari lubang di jalan  atau pengendara motor yang memotong jalan anda. Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah mobil mahal, maka anda akan selalu selamat  karena dilindungi dengan  berbagai peralatan pelindung canggih. Ada faktor utama yang menjadi faktor  penentu keselamatan anda yaitu kewaspadaan.

Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee, bayangkan  saja  anda bekerja menekuni karir seperti  anda mengendarai mobil: nikmati  perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai
masuk kedalam  ”comfort  zone” - alias mengantuk, karena ketika anda masuk ke dalam  ”comfort zone” dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian  terjadi, biasanya anda akan merasa lebih sakit ? karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya,

Have a nice day at work!

dikopi paste tanpa ijin dari suryosumarto.com


16 responses so far, say something?

  1. anna 'd (81 comments) Says:

    Dikunci dulu ahhhhhhhhhhhhhhh…klik!

    anna ‘ds last blog post..WHY ‘dTeepZ…?? PE- ER

    [Reply]

  2. anna 'd (81 comments) Says:

    Bener tuh, jgn loyal sama kerjaan tapi profesi. ..anna pernah ngalamin itu…..huaaaaaaaaa…..huaaaaaaaaaaa…..akhire ‘ditendang’ keluar. Siyalan tuh managernya……. :))

    Tapi gpp lah……buat pengalaman….pak ariel ene kalo posting ngajak kita mikir keras yah…bis tulisannya panjaaaaaaaaaang dan padat berisi (kayak orgnya…piss pak!)…….

    Anna sekarang masih loyal dan ngerasa di comfort zone nya blogger….gmn buat kasus ene pak??….kan ini juga job….he..he..he….masa iyah hrs belajar ‘nyetir’ dulu biar gak kena lubang……..

    btw, Merrill Lynch dan Lehman Brothers tuh sapa yah…knalin dong…?? kali ajah bisa ditularinvirus blog dan pe - er 2 nya…wekeekekekekekek…….kaburrrrrrrrrrrrrrrrr

    anna ‘ds last blog post..WHY ‘dTeepZ…?? PE- ER

    [Reply]

  3. bazoekie (12 comments) Says:

    wah bner tuh kang, loyalitas kita cum dihitung itu sebatas itungan statistik ajah. kita tak lebih dari angka dan angka. setelah itu habislah kita.
    berusahalah untuk menghidupi profesi kita bukan mencari hidup dari profesi kita.

    bazoekies last blog post..Titah "Raja Jawa" dan Fenomena Demokrasi Kita.

    [Reply]

  4. Blogger Addicter (27 comments) Says:

    wah satu pencerahan dari suhu saya satu ini sangat bermanfaat sekaligus memotivasi saya serius di bisnis onlen…hehehe

    bukan begitu suhu??apa pun yang dikerjakan dan dilakukan harus dengan sepenuh hati…intinya cintai semua yang anda kerjakan begitu suhuu…

    saya mencintai review suhuuu…hehehe

    wah, makasih pencerahannya :)
    Blogger Addicters last blog post..PR Awal Bulan November

    [Reply]

  5. gadis rantau (37 comments) Says:

    seandainya kita bisa duduk dalam lingkar satu meja dan berduskusi masalah ekonomi global yang bikin kepala pecah, pasti akan sangat mengasikkan. dan mungkin akan sering kali gadis rantau sampaikan: lindungi anda dari isu isu yang berbau politik.dan lindungi anda jangan sampai terprovokasi dan menjadi seorang provokator*gubrak!*(ngacir sebelum dilempar meja kursi,he..he..)

    btw, analisis and opininya tajam banget. gadis rantau harus banyak belajar nih.

    gadis rantaus last blog post..Film Action Rekomendasikan Penghargaan Buat Blogger

    [Reply]

  6. Eljaholic (8 comments) Says:

    Hehe.. Emang gt sekarang perusahaan pd kapitalis, sekarang semua-mua sistem kontrak.. dan dibatasi dalam jangka waktu yg singkat.. dengan kondisi perekonomian yang serba sulit perusahaan dengan enaknya bisa mengganti2 pegawai dengan bayaran murah..

    [Reply]

  7. Lyla (33 comments) Says:

    mau koment apa ya… aku gak punya bakat bisnis. mau kerja kantoran semuanya ada masa kontraknya, guru juga ada kontraknya. bisnis review aja gak rajin ngereview hehehe maunya apa sih Lyla nih :D
    Lylas last blog post..PR dan Award lagi

    [Reply]

  8. cebong ipiet (13 comments) Says:

    sedia payung sebelum hujan
    sedia alternatif laen sebelom di tendang wekekeke

    cebong ipiets last blog post..nCebong Pergi ke Pesta

    [Reply]

  9. abang (7 comments) Says:

    Akibatnya berdampak sangat luas nih kang, abang kena imbasnya juga 140 an jt nih … tp gpp, sabar aja ya kang …*berusaha menghibur diri* hue he he

    abangs last blog post..Rentang

    [Reply]

  10. rydisa (7 comments) Says:

    rada berat ya postingan kali ini…
    nendang bgt hehehehehe

    rydisas last blog post..Mutilasi

    [Reply]

  11. h4riss (9 comments) Says:

    jaminan apapun yang datang selain dari Allah swt, pasti tdk akan membuat hati tenang deh, yaqin ..:)

    [Reply]

  12. ndut (3 comments) Says:

    wep. bener tuh om. gonjang ganjing krisis AS sampe bisa menghajar dalem negeri. selama masih bekerja di swasta, ga ada yang namanya loyalitas penuh, soalnya company juga ga bakal “miara” kita selamanya, pasti mereka cari tenaga yang lebih murah dan bisa menggantikan posisi seorang ahli, walaupun calon penggantinya itu masih newbie.

    cara alternatif yang sekarang lagi ngetrend sih, buka usaha sampingan, jadi reseller ataupun agen. meski ga menjamin, itu bisa dijadikan tempat cadangan :)
    nduts last blog post..Ga cinta tanah air

    [Reply]

  13. else (38 comments) Says:

    Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.

    setujuuuuuuuuuuu, memang bener cak….tulisan diatas, kita akan menikmati manisnya buah dari loyalitas pd profesi. klo aq seh motonya “bekerja dengan tulus ikhlas, semoga aura ketulusan n keikhlasanku,dapat tertangkap oleh oarang lain”

    *mboh aq kie ngomong opo*

    elses last blog post..My "CHIKITA"

    [Reply]

  14. caroline (28 comments) Says:

    bagus banget, cak postingan sampeyan… saya sampe share ke temen2 saya yang loyalnya membabi buta, semoga mereka bisa dapet pencerahan lewat postingan ini…

    thanks for sharing, cak!

    carolines last blog post..Thanks a LOT, mbak Ais…

    [Reply]

  15. Tulisan Saya Di-copy Paste Tanpa Ijin | suryosumarto.com Says:

    [...] http://www.arielz.net/ [...]

  16. Bisnis Online, masihkah menjanjikan? | Ariel'z Corner Says:

    [...] tengah krisis ekonomi global ini, banyak orang mulai mencari alternatif penghasilan. Banyak perusahaan besar yang tiba-tiba runtuh, sehingga ribuan orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Salah satu alternatif yang banyak [...]

Leave a Reply


Comments links could be nofollow free.