Tuhan Tidak Pintar Matematika

May 30, 2008 I Opini.



Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat

menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar
matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris
yang mendukung kesimpulan saya ini.

Sebagai seorang “fresh graduate”, saya tak mungkin mengharapkan
penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang
prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati.

Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang
dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu “memuaskan” idealisme
saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi
saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia
mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya).

Jelas saja saya kalah telak darinya.

Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa,
sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus
ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama
besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya
menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak
seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan
untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran saya
per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana
sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? wah, ya dari
berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua
tidak mungkin. Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar
matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih
bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman.Ia mengaku kalau semenjak
lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada
saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir
bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki
anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan
uang untuk menabung.

Aneh bukan? Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1
juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi
Tuhan.

Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan
masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok. Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia
Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD
lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi:

MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA. Saya tidak tahu dan
mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang
digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira

demikian:

X= Y

dimana

X = pemberian Tuhan

Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta
pun, Dia sudah “menghitung” kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat
jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.

Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang “sukses”
dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis.

Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan
berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di
hadapan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya
yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan
segala kebutuhan saya.


9 responses so far, say something?

  1. lucky (2 comments) Says:

    setujuuuuu……aku juga dah punya pengalaman itu….
    secara logika..ga mungkin uang 20.000, cukup untuk 2 minggu dan untuk makan 3 orang(keluargaku).tapoi nyatanya….uangku itu tetep ada sampek akhir bulan, ga pecah sama sekali….

    [Reply]

  2. supris (43 comments) Says:

    he…he….namanya juga Tuhan….yang Maha berkehendak..mo X = Y = A atau apapun…itu kan Hak Dia…so…take it easy dude :razz:
    tapi yang jelas..menurutku Tuhan Maha Pinter Matematika cak…buktinya…gampang, coba sampean pikir, kalo bumi kala beredar tidak di hitung dengan matematika yang sangat rumit dan pasti…bumi gak bakal muter cak, tapi goyang ngebor kaleee ..wakakakakak :mrgreen:
    supriss last blog post..gimp tutorial : water drops effect

    [Reply]

  3. novee (1 comments) Says:

    heheheee..
    kalo orang2 kaya kita
    **kita??? lo aje nop, gw ngga! hehe**
    yg udah ngerasain betapa maha kuasa Allah dlm mencukupi kehdupan kita walo secara logika kita tekor, pastinya 100% yakin dg Akuntansi Allah yg ga diajarin di Kampus manapun..

    Saya yg cuman betawi katrok, kutu kupret & kroco pilek ini sampe sekarang kadang ngeri ini cuma mimpi..
    Betapa Allah dg mudah memberi solusi terbaik di tiap masalah serumit apapun.. Subhanallah..

    Tp buat mereka yg selalu berlebih & ga pas2an kaya kita
    **kita??? udah, woy..!**
    yg menakjubkan kaya gini belo tentu pernah ngerasain.. heheee..
    bersyukurlah..

    [Reply]

  4. gadis rantau (37 comments) Says:

    mau belajar lebih mensyukuri lagi ah..tetapi bukan berarti selama ini saya lupa ama Dia lho,he..he..

    [Reply]

  5. kapanpun (10 comments) Says:

    SETUJUUU

    Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa
    nikmat :smile: yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi :mrgreen: SUKSES OM

    kapanpuns last blog post..Mutilasi Dollar Internet BTC part III

    [Reply]

  6. else (38 comments) Says:

    (senyum sambil berpikir dan bersyukur)
    Subhanallah, hanya orang2 yang pandai bersyukur yang bs menikmati “jamuan” Allah.

    Yakin deh cak.., Allah menakar rizky seseorang gak pake rumus math or fisika.

    senengnyaaaa, punya teman yang pandai bersyukur, mau berbagi lagi :smile:
    elses last blog post..CIHUY KEBAGIAN AWARD DARI DANIEL MG

    [Reply]

  7. Benny (1 comments) Says:

    Betul sekali.. kita hanya bisa berusaha dan berdoa.

    Bennys last blog post..Tutorial Affiliate Marketing

    [Reply]

  8. ndut (3 comments) Says:

    weks, betul itu om. ga selalu orang yang berpenghasilan lebih bisa cukup hidupnya. memang enak kalo kita punya kelebihan di segala bidang, entah itu uang atau apapun bentuknya, tapi lebih enak lagi kalo kita hanya cukup saja, tidak berlebih. berlebih itu kadang membawa kegelisahan dan ketakutan. orang kaya rata-rata takut hilang hartanya kan?? ga nikmat jadi hidupnya :)
    nduts last blog post..Ga cinta tanah air

    [Reply]

  9. J-spot (1 comments) Says:

    Salam kenal mas Ariel..

    J-spots last blog post..JEMBERPOS GANTI NAMA

    [Reply]

Leave a Reply


Comments links could be nofollow free.